Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menerima 625 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Periode XXIX Tahun 2026. Upacara penyerahan sekaligus penerimaan peserta KKN tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., di Halaman Kantor Bupati Bireuen, Selasa (7/7/2026).
Ratusan mahasiswa tersebut nantinya akan disebar ke 12 kecamatan dan mengabdi di 90 gampong (desa) yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen.
Direktur Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., mengingatkan para mahasiswa agar cepat beradaptasi dengan kearifan lokal. Ia menekankan bahwa meskipun mahasiswa berasal dari berbagai daerah di luar Aceh, seperti Solo dan Bandung, mereka harus menghormati adat istiadat setempat.
"Kami menitipkan anak-anak kami kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan seluruh lapisan masyarakat gampong. Kami selalu mengingatkan mereka pada peribahasa 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Kunci sukses pengabdian adalah menghormati dan menyatu dengan lingkungan setempat," kata Wira Dharma.
Direktur juga menegaskan bahwa seluruh Mahasiswa wajib menaati aturan lokal serta regulasi daerah maupun Gampong setempat.
Pelaksanaan KKN USK tahun ini terbagi ke dalam dua skema program strategis. Pertama, KKN Reguler USK Periode XXIX yang diikuti oleh 528 mahasiswa. Kedua, KKN Tematik Literasi Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti oleh 97 mahasiswa, yang merupakan hasil kerja sama strategis antara USK dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi dan menaruh harapan besar pada kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, momentum KKN kali ini sangat krusial dalam membantu proses pemulihan daerah pasca-bencana alam banjir dan tanah longsor yang sempat melanda Bireuen pada akhir tahun 2025 lalu.
"Kehadiran para mahasiswa tentunya membawa harapan baru, terutama di tengah upaya bersama dalam melakukan pemulihan pasca-bencana. Jadikan gampong tempat mengabdi sebagai laboratorium hidup untuk menguji teori di bangku kuliah dengan realitas kehidupan masyarakat yang sesungguhnya," ujar Mukhlis.
Bupati juga menginstruksikan kepada para camat, keuchik (kepala desa), perangkat gampong, serta seluruh masyarakat setempat untuk memberikan dukungan penuh dan menyambut para mahasiswa seperti keluarga sendiri agar program kerja dapat berjalan aman dan produktif.
Acara khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran civitas akademika USK, Panitia Pelaksana KKN, Sekda Bireuen, para Asisten, Kepala SKPK, serta para Camat se-Kabupaten Bireuen.
Prosesi penyambutan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima, penyerahan topi KKN secara simbolis kepada Bupati, serta penyematan topi kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda resmi dimulainya masa pengabdian. (*)
