Selasa, 28 Juli 2026

Kementan Bangun Cetak Sawah Rakyat di Lima Kecamatan

 


Bireuen – Kementerian Pertanian pada tahun 2026 merealisasikan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di lima kecamatan dengan total luas mencapai 140 hektare. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas lahan pertanian produktif guna memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Adapun lokasi pembangunan Cetak Sawah Rakyat tersebut meliputi Kecamatan Simpang Mamplam seluas 43,77 hektare, Kecamatan Pandrah seluas 46,89 hektare, Kecamatan Juli seluas 5,74 hektare, Kecamatan Peusangan seluas 9,5 hektare, dan Kecamatan Makmur seluas 34,1 hektare, sehingga total keseluruhan mencapai 140 hektare.


Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen telah mengusulkan pembangunan lebih dari 1.000 hektare lahan sawah rakyat


Namun, setelah dilakukan kajian teknis, sejumlah lokasi belum dapat direalisasikan karena tidak memiliki sumber air yang memadai sebagai penunjang kegiatan pertanian.


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).


Menurut Mulyadi, seluruh lokasi Cetak Sawah Rakyat telah melalui kajian lingkungan dan wajib berada di luar Lahan Baku Sawah (LBS). Dengan demikian, program ini tidak mungkin dilaksanakan di atas sawah yang telah ada sebelumnya.


Apalagi  kegiatan CSR melalui tender  yang dilaksanakan di balai LPI Sumatera Utara, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, hanya sebagai tenaga teknis, tak mungkin akan terjadi korupsi didalamnya, seperti yang dituding selama ini yang ditujukan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen. 


"Program Cetak Sawah Rakyat yang dilaksanakan pemerintah harus berada di luar Lahan Baku Sawah. Jika tidak, maka lahan tersebut tidak akan diakui sebagai sawah Karena itu, tidak ada cerita pemerintah mencetak sawah di atas sawah yang sudah ada," tegasnya.



Ia menjelaskan bahwa saat ini proses verifikasi lokasi dilakukan dengan teknologi pemetaan digital dan citra satelit, sehingga setiap usulan lahan dapat dipastikan keakuratannya. Berbeda dengan masa lalu yang masih menggunakan metode manual, kini seluruh tahapan dilakukan secara digital sehingga potensi kesalahan dapat diminimalkan.


Mulyadi juga menepis berbagai tudingan yang menyebutkan adanya pembangunan Cetak Sawah Rakyat di atas lahan sawah lama. Menurutnya, apabila hal tersebut benar terjadi, pemerintah pusat secara otomatis akan membatalkan program tersebut karena tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.


Ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan CSR di Kabupaten Bireuen dilaksanakan sesuai ketentuan dan petunjuk teknis pemerintah. Saat ini pekerjaan baru dimulai dan ditargetkan rampung pada September 2026.


Mulyadi berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap program tersebut serta tidak membangun opini yang dapat menghambat pelaksanaannya.


"Program Cetak Sawah Rakyat ( CSR)merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pertanian. Ketika lahan bertambah, produksi pangan meningkat; ketika produksi meningkat, kesejahteraan petani ikut tumbuh; dan ketika petani sejahtera, daerah menjadi lebih kuat dalam menjaga ketahanan pangan."


Ia menambahkan, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.


"Sawah bukan sekadar hamparan tanah, melainkan sumber kehidupan. Setiap jengkal lahan yang dibuka untuk pertanian adalah ikhtiar menanam harapan, menjaga ketahanan pangan, dan mewariskan kesejahteraan bagi generasi mendatang."(*)

Rabu, 22 Juli 2026

Inovasi Agribisnis Umuslim: Mengubah "Boh Kruet" Jadi Sabun Cuci Piring



Bireuen – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Almuslim turut berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Tani yang digelar di ruang terbuka hijau Cot Gapu, Bireuen, pada Rabu (08/07/2026). 


Dalam kegiatan tersebut, Prodi Agribisnis memperkenalkan inovasi sabun cuci piring berbahan baku boh kruet sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya lokal yang memiliki nilai tambah.



Produk tersebut merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan Prodi Agribisnis dalam mendorong hilirisasi hasil pertanian dan pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Boh kruet yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas lokal diolah menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai guna dan peluang ekonomi.


Kehadiran produk inovasi tersebut dalam Pasar Tani tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, Prodi Agribisnis menyebarluaskan inovasi dan teknologi berbasis sumber daya lokal kepada masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman mengenai potensi pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.


Dosen pembimbing pengembangan produk, Naya Desparita,SP.,M.Si dan Elfira, SP., M.Si menyampaikan bahwa inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan potensi lokal melalui pendekatan agribisnis.


“Boh kruet memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif. Melalui pengolahan dan pengembangan produk, komoditas lokal tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi,” ujar keduanya.


Naya Desparita, SP., M.Si. yang juga sebagai kaprodi agribisnis mengatakan bahwa keikutsertaan Prodi Agribisnis dalam Pasar Tani merupakan bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyebarluaskan inovasi kepada masyarakat.


“Pasar Tani menjadi ruang bagi Prodi Agribisnis untuk memperkenalkan hasil inovasi sekaligus mendorong masyarakat agar mampu melihat peluang ekonomi dari pemanfaatan sumber daya lokal di sekitarnya,” katanya.


Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dekan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, Dr. Elfiana, SP., M.Si. 


Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Pertanian dalam mendorong pengembangan inovasi, kewirausahaan, dan hilirisasi hasil pertanian.


Selain memperkenalkan produk kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi dosen dan mahasiswa Prodi Agribisnis untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung, khususnya dalam aspek pengembangan produk, pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan kewirausahaan.


Keikutsertaan Prodi Agribisnis dalam Pasar Tani menjadi salah satu bentuk kontribusi Fakultas Pertanian Universitas Almuslim dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penyebarluasan inovasi dan teknologi berbasis sumber daya lokal. (*)

Read Aloud Anak Banda Aceh dan RUMAN Aceh Akan Meriahkan HAN 2026 di Blang Padang

Band Aceh – Memeriahkan momen Hari Anak Nasional (HAN) 2026, komunitas Read Aloud Anak Banda Aceh dan TBM (Taman Bacaan Masyarakat) RUMAN (Rumah Baca Aneuk Nanggroe) Aceh akan menggelar kegiatan di lapangan Blang Padang, Banda Aceh pada Minggu (26/7/2026) pagi. 


“Tumbuh bersama buku; menanamkan value, self-help dan spiritual sejak dini” didapuk sebagai tajuk kegiatan spesial tersebut. Hal itu diungkapkan Nurul Haji, Ketua Read Aloud Anak Banda Aceh pada Rabu (22/7/2026) pagi di sekretariatnya di Banda Aceh. 


“Bila tidak ada perubahan, insya Allah Bu Illiza Sa’duddin Djamal sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Banda Aceh yang akan langsung membacakan buku secara nyaring kepada 100 anak usia 3 hingga 8 tahun yang menjadi peserta. Dilanjutkan dengan story telling atau mendongeng oleh Agus Agandi”, ujar Nurul. 


Kegiatan ini, imbuh Nurul selanjutnya, selain bertujuan untuk mengenalkan literasi dasar kepada anak-anak usia dini, juga menumbuhkan kecintaan para generasi penerus bangsa tesebut sejak masih balita (bawah lima tahun). Tujuan lain adalah menanamkan value (nilai), kemandirian dan kecerdasan spiritual sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. 


“Kami juga mengajak ayah dan ibu senantiasa hadir untuk buah hati mereka. Mengenalkan literasi dasar berupa bahan bacaan cetak dan secara rutin membacakan buku kepada buah hati dalam suasana yang menyenangkan merupakan salah satu cara dari hadirnya ayah dan ibu”, ungkap Nurul.


*Sebelah Lapak MIBARA*

Sementara itu di tempat terpisah, Ahmad Arif, pendiri dan Pembina RUMAN Aceh mengatakan bahwa lokasi kegiatan spesial itu persis di sebelah lapak wisata buku gratis MIBARA (Minggu Baca Rame-rame) yang digelar pihaknya setiap hari Minggu sejak 18 Mei 2014 lalu. RUMAN Aceh menyambut baik inisiasi kolaborasi dari Read Aloud Anak. 


“Kami mengapresiasi positif setiap inisiatif kebajikan dari siapa saja dan di mana saja untuk kebaikan bersama dan masa depan yang lebih baik, insya Allah. Momen Hari Anak Nasional tahun ini menjadi spesial karena kolaborasi tersebut. Ke depan, direncanakan digelar kegiatan tambahan di sebelah lapak MIBARA sekali dalam sebulan”, ungkap Arif. 


TBM RUMAN Aceh, tutur Arif menambahkan, sejak awal menjalankan khidmahnya fokus pada anak tangga pertama dari enam tingkatan literasi. Yaitu, literasi dasar berupa mengenalkan bacaan fisik atau cetak dan menyediakan akses koleksi bacaan seluas-luasnya kepada masyarakat secara gratis. 


“Pada 18 Mei kemarin telah genap 12 tahun MIBARA hadir di lapangan Blang Padang. Alhamdulillah, konsep membaca di ruang terbuka seperti MIBARA ini, RUMAN Aceh yang memulai di provinsi Aceh. Terima kasih banyak kepada para relawan dan semua yang telah bersaham membersamai perjalanan khidmah sederhana ini. Berkah berbagi bersama”, pungkas Arif.

Selasa, 21 Juli 2026

Wakil Bupati Bireuen Buka Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Tahun 2026

 


Bireuen – Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., secara resmi membuka Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Pendopo Kabupaten Bireuen, Selasa (21/7/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Ketua FORIKAN Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah, S.K.M., M.K.M., Ketua BKMT Kabupaten Bireuen, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bireuen, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, para camat se-Kabupaten Bireuen, dewan juri, serta peserta lomba dari seluruh kecamatan.


Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa Lomba Masak Serba Ikan merupakan salah satu program peningkatan konsumsi ikan melalui penyajian menu berbahan dasar ikan yang bergizi seimbang sekaligus mendorong peningkatan produksi olahan hasil perikanan.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat, mendorong terciptanya inovasi menu berbahan dasar ikan, serta menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Bireuen pada Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Aceh.


Panitia juga menghadirkan dewan juri yang berasal dari TP PKK Kabupaten Bireuen, Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan, akademisi Universitas Almuslim, serta Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) guna memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif dan profesional.


Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Ketua FORIKAN Kabupaten Bireuen, Ny. Sadriah, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada tampilan sajian, tetapi juga mencakup proses pengolahan, kebersihan, kandungan gizi, tekstur, serta kemampuan peserta dalam mempertahankan nilai gizi makanan hingga siap disajikan.


Menurutnya, berbagai menu yang ditampilkan diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengolah ikan menjadi hidangan yang menarik, sehat, dan disukai seluruh anggota keluarga, khususnya balita. Ia berharap hasil kreasi peserta nantinya dapat diadopsi oleh desa-desa sebagai menu tambahan pada kegiatan Posyandu sehingga mampu mendukung upaya peningkatan gizi masyarakat.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., menyebutkan bahwa lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi memasak, tetapi juga menjadi media edukasi untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan lokal serta memperkuat ketahanan pangan keluarga.


Wakil Bupati berharap para peserta mampu menampilkan kreativitas terbaik dalam menyajikan menu berbahan dasar ikan yang lezat, bergizi, inovatif, serta memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha keluarga. Ia juga mengharapkan dewan juri dapat memberikan penilaian secara objektif, profesional, dan adil sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.


Setelah seluruh rangkaian lomba dan penilaian selesai dilaksanakan, dewan juri mengumumkan para pemenang Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, yaitu Juara I Kecamatan Peudada, Juara II Kecamatan Peusangan, Juara III Kecamatan Kota Juang, Juara Harapan I Kecamatan Jeumpa, Juara Harapan II Kecamatan Juli, dan Juara Harapan III Kecamatan Samalanga. Juara favorit diraih kecamatan Makmur dan Kecamatan Jeunieb.


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dan foto bersama. Dengan berakhirnya penyelenggaraan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, diharapkan semangat gemar mengonsumsi ikan terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari budaya hidup sehat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi olahan ikan yang bernilai gizi tinggi, berdaya saing, dan mampu mendukung terwujudnya generasi Bireuen yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (*)

Senin, 13 Juli 2026

ORARI Lokal Bireuen Gelar Konsolidasi Organisasi

 


Bireuen – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Bireuen menggelar syukuran sekaligus konsolidasi organisasi yang dihadiri pengurus, anggota, dan keluarga besar ORARI di kawasan wisata Pantai Ujong Seukee, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Minggu (12/7/2026).


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Waled Mukhtar Jeunieb sebagai bentuk rasa syukur serta doa bersama untuk mempererat kebersamaan dan keberlangsungan organisasi.


Ketua ORARI Lokal Bireuen, Adnan Adam, mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga persatuan, kekompakan, serta meningkatkan soliditas organisasi agar visi dan misi ORARI dapat diwujudkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dalam arahannya, Adnan juga memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Di antaranya bakti sosial berupa sunatan massal, gerakan bersih-bersih Kota Bireuen, serta berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai bentuk pengabdian ORARI kepada masyarakat.


Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan anggota yang telah bekerja sama sehingga kegiatan syukuran dan konsolidasi dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.


Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, Dr. Mukhtaruddin, SH., MH., yang hadir mewakili Bupati Bireuen, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan profesionalisme ORARI Lokal Bireuen dalam membangun organisasi sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.


Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, Kesbangpol terus mendorong pembinaan agar setiap organisasi mampu menjalankan fungsi sosialnya secara efektif.


Dalam kesempatan tersebut, Mukhtaruddin juga mengungkapkan rasa syukur setelah resmi menjadi anggota ORARI Lokal Bireuen dengan call sign YD6AXQ, usai dinyatakan lulus Ujian Negara Amatir Radio di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Kelas II Aceh di Banda Aceh.


Ia berharap ORARI Lokal Bireuen terus memperkuat sinergi, tidak hanya untuk menyukseskan program-program organisasi, tetapi juga mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bireuen di bawah kepemimpinan Bupati H. Mukhlis, ST., dan Wakil Bupati Ir. Razuardi, MT., periode 2025–2030.


Melalui konsolidasi tersebut, ORARI Lokal Bireuen menegaskan komitmennya menjadi organisasi yang solid, profesional, serta aktif menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Bireuen. (*)

Minggu, 12 Juli 2026

Konektivitas Sabang-Andaman, Ini Catatan Kritis Dr. Fachrul Razi untuk Pemerintah

 


Jakarta - Rencana dibukanya konektivitas dan kerja sama antara Pelabuhan Sabang dan Kepulauan Andaman-Nikobar (India) membawa sejumlah manfaat besar, baik secara makroekonomi maupun dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat Aceh. Demikian disampaikan Founder/Chairman International Institute for Aceh Studies (IIAS) yang juga mantan senator DPD RI 2014-2024, Dr. Fachrul Razi, MIP kepada media, Minggu (12/07/2026).


Dr. Fachrul Razi mengatakan bahwa manfaat ekonomi dan keuntungan langsung bagi masyarakat Aceh bukan hanya jalan keluar dari Jebakan pertumbuhan ekonomi yang lambat, terbukanya akses pasar internasional yang lebih luas dan kompetitif serta mendorong hilirisasi dan penciptaan nilai tambah di Daerah dan nenarik arus investasi baru, namun juga menurut Dr. Fachrul Razi menimbulkan manfaat langsung bagi rakyat Aceh melalui lapangan kerja baru dan penurunan kemiskinan. 


Menurut Dr. Fachrul Razi, bagi masyarakat kecil di Aceh, dampak nyata yang akan langsung dirasakan dari bangkitnya sektor hilir dan masuknya investasi adalah

terbukanya lapangan kerja yang luas, sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mengurangi angka pengangguran secara signifikan. “Peningkatan pendapatan masyarakat dari sektor pertanian, kelautan, dan industri pengolahan, yang secara otomatis akan membantu menekan angka kemiskinan di Aceh,”’jelas Fachrul Razi.


Meskipun konektivitas Sabang-Andaman menawarkan peluang emas, transisinya tidak akan terjadi secara otomatis. Berdasarkan pandangan akademis dan kondisi riil di lapangan, terdapat sejumlah permasalahan mendasar dan tantangan berat yang harus dihadapi oleh Pemerintah Aceh dan pemangku kepentingan (stakeholders). Dr. Fachrul Razi memberikan catatan kritis kepada pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat bahwa potensi akan terjadi jebakan "Ekonomi Halaman Depan" jika minimnya hilirisasi. Menurut Dr. Fachrul Razi, struktur ekonomi Aceh selama ini masih bergantung pada penjualan bahan baku mentah tanpa pengolahan. “Jika kerja sama dibuka tanpa kesiapan industri pengolahan lokal, Aceh hanya akan menjadi "halaman depan" atau sekadar tempat transit dan jalur perlintasan perdagangan dunia. Tantangan utamanya adalah bagaimana membangun pabrik pengolahan di dalam daerah agar Aceh bertindak sebagai pemain utama yang menikmati nilai tambah ekonomi (value-added), bukan sekadar penonton,” tegas Fachrul Razi.


Dr. Fachrul Razi juga mengingatkan kesiapan infrastruktur dan rantai logistik dimana menurutnya pelabuhan Sabang belum sepenuhnya siap untuk langsung beroperasi sebagai hub logistik internasional yang kompetitif dalam skala besar.


“Pemerintah daerah bersama Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) harus berkejaran dengan waktu untuk memetakan dan meningkatkan kapasitas pelabuhan, membangun fasilitas pergudangan modern, menjamin ketersediaan energi/listrik yang stabil, serta menyusun rantai logistik yang efisien agar biaya pengapalan menjadi murah,”’tambahnya.


Dr. Fachrul Razi juga mengingatkan lemahnya koordinasi dan sinergi antarlembaga. Menurutnya seringkali proyek strategis di daerah gagal atau berjalan lambat karena ego sektoral dan kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri (parsial). Untuk mengintegrasikan visi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota, BPKS, sektor swasta, perbankan, hingga kalangan perguruan tinggi. Diperlukan sebuah "orkestrasi" kebijakan yang rapi agar tidak ada sumbatan birokrasi yang menghambat investasi,” tegas alumni Lemhannas P3N 25 (PPSA) tahun 2025 ini. 


Dr. Fachrul Razi juga mengingatkan iklim investasi dan kepastian regulasi. Menurutnya arus modal (investasi) dari luar tidak akan masuk jika daerah dianggap memiliki kepastian hukum yang lemah atau proses perizinan yang berbelit-belit. “Tantangan terbesar bagi birokrasi di Aceh adalah mengubah pola pikir pelayanan publik. Pemerintah Aceh harus mampu memberikan kepastian hukum, memangkas birokrasi, mempercepat sistem perizinan, dan membangun kepercayaan (trust) bagi dunia usaha internasional,” tambahnya.


Banyak proyek strategis nasional di masa lalu terjebak hanya menjadi agenda seremonial jangka pendek bagi elite lokal tanpa keberlanjutan yang jelas. “Saya menyarankan agar menempatkan orang-orang yang memiliki kompetensi, kapasitas profesional di bidang perdagangan maritim internasional, serta integritas moral yang tinggi di lembaga pengelola (seperti BPKS dan dinas terkait). Proyek sebesar ini membutuhkan eksekutor yang visioner, bukan sekadar pelaksana administratif.


Dr. Fachrul Razi juga mengingatkan pentingnya standardisasi mutu produk lokal. Komoditas rakyat seperti kopi, nilam, rempah, perikanan seringkali memiliki kualitas yang tidak seragam dan belum memenuhi standar pasar internasional khususnya pasar India dan global. “Saatnya pemerintah Aceh fokus mengedukasi dan memfasilitasi petani serta nelayan lokal agar mampu memproduksi komoditas dengan standar mutu, kapasitas, dan kontinuitas pasokan yang ketat agar tidak ditolak di pasar tujuan,” tegasnya.


Namun Dr. Fachrul Razi mengingatkan jika tanpa adanya peta jalan (roadmap) yang konkret, terukur, dan bebas dari kepentingan jangka pendek, potensi geoekonomi Sabang-Andaman ini berisiko kembali menguap sebagai wacana di atas kertas. (*)

Jumat, 10 Juli 2026

Kemendikdasmen Tetapkan Pendaftaran TKA 2026 Dimulai 27 Juli

 


Jakarta - Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menetapkan penyesuaian jadwal pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026 bagi jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK. 


Masa pendaftaran yang sebelumnya dimulai pada 18 Agustus 2026 dimajukan menjadi 27 Juli sampai dengan 27 September 2026 atau lebih cepat tiga minggu dari rencana semula.

 

Kepala BKPDM Toni Toharudin, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan untuk memberikan waktu yang lebih luas bagi satuan pendidikan dalam melakukan pemutakhiran data peserta didik setelah sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) akan kembali dibuka pada 15 Juli 2026. Dengan demikian, diharapkan tidak ada peserta yang tertinggal karena datanya belum diperbarui.

 

“Kami ingin memastikan bahwa data yang digunakan dalam pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional benar-benar yang terbaru, sehingga tidak ada murid yang sebenarnya berhak justru tidak masuk sistem akibat datanya belum diperbarui,” ujar Toni di Jakarta, Selasa (7/7).

 

Ia menambahkan, masa pendaftaran yang lebih panjang akan membuka peluang yang lebih besar bagi satuan pendidikan untuk dapat menjaring peserta yang selama ini belum tercatat, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses jaringan ataupun yang kekurangan operator sekolah.

 

“Kualitas data tentunya menentukan hasil asesmen, karena begitu Dapodik dibuka pada tanggal 15 Juli ini, kami akan meminta satuan pendidikan untuk langsung bergerak melakukan verifikasi serta pembaruan data, tidak perlu menunggu sampai mendekati batas akhir pendaftaran,” tambahnya.

 

Pelaksanaan TKA dan AN Tahun 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik, Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional, Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional, serta Keputusan Kepala BKPDM Nomor 017/F/AN/2026 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional bagi penyelenggara tingkat pusat, penyelenggara tingkat daerah, dan pelaksana tingkat satuan pendidikan.

 

Sebagai tindak lanjut kebijakan, BKPDM juga telah menerbitkan Surat Kepala BKPDM Nomor 0212/B/F/SK.02.02/2026 tertanggal 1 Juli 2026 tentang Penyelenggaraan TKA dan AN Jenjang SMA/MA/sederajat, SMK/MAK, dan Survei Lingkungan Belajar bagi Kepala Satuan Pendidikan dan Pendidik Tahun 2026.

 

Surat tersebut telah disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi di seluruh Indonesia, Perwakilan Pemerintah Republik Indonesia di Luar Negeri, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Republik Indonesia di Luar Negeri, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebagai acuan pelaksanaan TKA dan AN.

 

Berdasarkan jadwal terbaru, pendaftaran peserta TKA dan AN berlangsung pada 27 Juli hingga 27 September 2026. Simulasi akan dilaksanakan pada 21 hingga 27 September 2026, dilanjutkan gladi bersih pada 5 hingga 18 Oktober 2026. Pelaksanaan utama TKA dan AN akan berlangsung secara bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 sesuai pembagian gelombang, sedangkan pelaksanaan susulan dijadwalkan pada 16 hingga 29 November 2026.

 

“Kami berharap pemerintah daerah, satuan pendidikan, operator sekolah, dan pendidik bergerak cepat memanfaatkan tambahan waktu ini. Data yang telah rapi sejak awal akan membuat pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional menjadi lebih tertib, dan yang lebih penting lagi adalah memastikan tidak ada satupun murid yang haknya untuk mengikuti asesmen ini terlewat hanya karena persoalan administrasi,” pungkasnya. (*)