Aggota DPR RI fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si,Terjun Langsung Melihat Ratusan Hektar Lahan Sawah Terancam Gagal Tanam

Header Menu

Iklan Utama


Aggota DPR RI fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si,Terjun Langsung Melihat Ratusan Hektar Lahan Sawah Terancam Gagal Tanam

Hendra S
Rabu, 04 Mei 2022

Aggota  DPR RI fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si,Terjun Langsung Melihat  Ratusan Hektar  Lahan Sawah Terancam Gagal  Tanam

Pidie Aktual86
Aggota  DPR RI fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si,Terjun Langsung Melihat  Puluhan Hektar  Lahan Sawah Terancam Gagal tanam yang terjadi di beberapa desa dalam wilayah Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie di karena tidak bisa dibajak.

Hal ini disampaikan oleh sejumlah tokoh petani desa Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur saat silaturahmi lebaran Idul Fitri 1443 H di kediamannya Anggota DPR RI fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si Rabu (4/5) Tahun 2022.

Kepala Desa Gampong Lada Tgk. Razali M.Taleb, mengatakan, persoalan bajak tanah sawah di daerah tersebut terjadi akibat kondisi tanah sawah sudah terlalu becek akibat tergenang limpahan air dari saluran irigasi yang kecil dan sempit,namun hampir tiap tahun masyarakat petani Gampong Lada serta desa sekitar mengeluh dan kecewa, selain sulitnya membajak tanah dengan traktor, pada saat padi sudah mulai ditanam  sering juga banjir dan terendam, akibat limpahan atau meluapnya air dari saluran yang sempit.
" jadi bila tanamanya terendam tentu hasil panen tidak maksimal,banyak butir padi tidak berisi ,sementara lahan sawah menjadi kolam atau sungai,mengakibatkan petani terus mengalami kerugian.
Oleh karena itu,tahun ini petani merasa gelisah,apakah tanah mereka bisa dibajak atau tidak dengan traktor ,ataukah mereka sepakat untuk tidak turun kesawah pada musim tanam tahun ini," jelas kepala desa
" gampong lada kepada Anggota DPR RI fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si.

Dari hasil laporan masyarakat ,M.Nasir Jamil mengajak untuk melihat langsung kondisi lokasi saluran yang dikatakan oleh masyarakat petani.

"Setelah melihat  langsung, Anggota DPR RI fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si.sangat prihatin atas kondisi puluhan hektar sawah sudah seperti payau, air tergenang, ukuran jaringan saluran irigasi terlalu sempit dan banyak yang patah, sehingga tidak sanggup menampung debit air dari saluran irigasi dari hulu,  menyebabkan luapan air merendam sawah masyarakat.
Sesuai laporan masyarakat,M.Nasir Jamil akan berusaha  menyampaikan kekuhan masyarakat  ini ke Dinas terkait ditingkat propinsi Nanggroe Aceh Darussalam  untuk segera diperbaiki ,dikarenakan menyangkut kebutuhan hidup orang banyak,terutama petani di Desa Gampong Lada.

Bila tidak segera ditanggulangi,dikwatirkan akan berakibat fatal terjadi gagal tanam maupun gagal panen," dan kasus ini berakibat lagi mengancam sektor perekonomian masyarakat." Jelasnya".

Sementara itu,Kepala Desa ,Razali didampinggi keujrun blang Miswar Hanafiah,menyebutkan,luas areal sawah yang bermasalah saat ini,akibat  sempit dan dangkal saluran irigasi lebih kurang 140Ha,dengan panjang jaringan saluran yang perlu diperlebar 2700 meter selanjutnya ada sekitar 432 KK yang terlibat langsung dalam pengelolaan sawah dengan memanfaatkan air dari saluran yang berasal dari krueng Tiro,sedangkan  dampak dari kejadian itu semua,  sebanyak 8 Desa  diantara, Lhok Usi, Usi Campli, Usi Mesjid, Me Tanjong, Cot Usi, Jojo, Gampong Lada dan Burueuh Jiem,perekonomian mereka terancam  buruk.

"Selanjutnya luas  lahan sawah yang sudah berlumpur  diakibatkan meluapnya air saluran sekitar 90 ha, luas sawah yang panennya kritis (sawah biaya operasionalnya lebih besar dari hasil panen) lebih kurang 75 ha, sawah gagal panen akibat luapan tersebut lebih kurang 10 Ha ." Ucapnya ".


Melihat kondisi saat ini masyarakat petani pasrah, bahkan rencana mereka tidak akan turun kesawah pada musim tanam ini, karena banyak modal dari pada keuntungan hasil  panen yang di dapat.

Dalam hal tersebut,Tgk Razali mewakili aspirasi dari masyarakat petani di 8 desa meminta kepada Anggota DPR RI Fraksi PKS H. M. Nasir Jamil, S.Ag, M.Si. untuk bisa  segera menyampaikan  aspirasi masyarakat ini kepada pemerintah, agar segera  bisa secepatnya ditanggani Dinas terkait, karena menyangkut hajat hidup orang banyak .
Apalagi kejadian seperti bukan setahun dua tahun terjadi,padahal setiap musrenbang selalu disampaikan dan diusulkan  setiap tahun,belum ada terealisasi sampai detik itu," mereka pun sudah bosan dam kecewa dengan yang nama sitem Musrenbang" tutup Razali,(*)