Sangat Menyedihkan Bireuen,Tidak Punya Anggaran Untuk Penangulangan Kasus PMK

Header Menu

Iklan Utama


Sangat Menyedihkan Bireuen,Tidak Punya Anggaran Untuk Penangulangan Kasus PMK

Hendra S
Sabtu, 28 Mei 2022

Sangat Menyedihkan Bireuen,Tidak Punya Anggaran Untuk penangulangan  Kasus PMK

Bireuen Aktual86
Kasus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) untuk ternak sapi terus saja terjadi di Kabupaten Bireuen,disetiap harinya,namun belum ada titik terang,terkait anggaran untuk menangani kasus ini.
Hal ini diakui juga oleh Kadis Pertenakan dan Kesehatan Hewan,melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen, Safrizal SP saat dikonfirmasi Aktual86.Com melalui Whast Appnya  Jum at ( 27/5)2022.
Sementara untuk  kasus PMK sendiri ,berdasarkan data laporan perkembangan kasus PMK  pada ternak di Kabupaten Bireuen,terhitung (26/5)2022,terdapat 15 Kecamatan ternak tertular PMK,yang palaing banyak adalah di kecamatan jeunieb 270 kasus,45 ekor sebuh,224 sakit,yang kedua terdapat di kecamatan juli terdapat 99 kasus,2 ekor dipaksa potong,17 sembuh,dan 80 ekor sakit,yang ketiga terdapat di Kecamatan simpang mamplam ,terjangkit 64 kasus,10 ekor sembuh,54 ekor sakit,dan yang ke empat terdapat di Kecamatan jangka 56 ekor terjadi kasus ,1 ekor dipaksa potong,3 sembuh,52 ekor sakit,dan ada beberapa kecatan lain juga yqng ternaknya tertular PMK,jumlah seluruhnya kasus PMK di Bireuen 816 Ekor,2 ekor mati,5 ekor dipaksa potong dan 97 ekor dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan,drh.Liza Rozana melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen, Safrizal SP ,dalam hal pencegahan penularan PMK bagi teenak di wilayah kerja Kabupaten Bireuen Tahun 2022,telah menutup sementara  pasar ternak,melakukan pengawasan kesehatan hewan pada sentral - sentral pertenakan ruminansia( sapi,kambing,kerbau dan domba),Melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap peternak agar selalu menjaga sanitasi kandang dan lingkunganya,Melakukan pelaporan jika menemukan kasus yang disertai dengan gejala klinis yang mengarah kepada PMK,Memerintahkan kepada peternak untuk segera mengisolasi ternak yang terinfeksi PMK dan yang terakhir,Memerintahkan peternak agar mengurung/ mengandangkan ternaknya  supaya tidak bekeliaran bebas.
Melihat kondisi ini,Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Bireuen,memiliki harapan supaya kasus PMK menjadi perhatian serius buatkita semuanya,oleh sebab itu anggaran untuk PMK dapat di flotkan oleh Pemerintah maupun DPRK supaya tidak terus meluas membuat ekonomi masyarakat terpuruk.(*)