Bireuen l Aktual86.com - Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, seluruh siswa dan guru di SMA Negeri 1 Samalanga mengikuti apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di Halaman SMKN 1 Simpang Mamplam,sabtu (2/5/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh ratusan pelajar dari tingkat Sekolah Menengah serta SMK dalam wilayah Barat, serta guru dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi, termasuk ketua PGRI Kabupaten Bireuen.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang jatuh pada tanggal 2 Mei, kini semakin bermakna dengan aksi nyata kepedulian lingkungan, Melalui aksi bersih-bersih pantai Pantee Rheeng Samalanga. Yang dilakukan oleh siswa dan guru dari SMA Negeri 1 Samalanga, aksi nyata ini sebagai bentuk pembelajaran yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala SMA Negeri 1 Samalanga, Zulfadhli, S.Pd, M.Pd kepada media ini mengatakan, Dalam semangat Hardiknas, para dewan guru dan siswa melakukan aksi bersih-bersih pantai Pantee Rheeng Samalanga, dengan mengusung tema " Sinerji alam dengan hati, Wujudkan lingkungan lestari, Cetak generasi berbudi".
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama di area pesisir pantai yang seringkali membutuhkan penanganan sampah.
Menurut Zulfadli pesisir pantai di sepanjang Pantee Rheeng Samalanga banyak dipenuhi sampah plastil yang berserakan. Sehingga momentum peringatan Hardiknas menjadi momen tepat mengajak para pelajar dan guru ikut aksi gerebek sampah, "sebutnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai pentingnya pengetahuan, dengan harapan agar generasi muda lebih sadar akan dampak buruk terhadap sampah, terutama yang dibuang ke sungai dan laut.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan ilmu dari buku, tetapi juga pelajaran kehidupan yang dapat langsung diterapkan dalam menjaga kelestarian alam. Dalam kegiatan ini Siswa diajarkan memilah sampah organik, anorganik, dan plastik secara langsung,
Menjaga kebersihan kawasan wisata, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter cinta lingkungan bagi siswa. Melalui aktivitas sederhana memungut sampah, para siswa diperkenalkan pada nilai tanggung jawab serta kepedulian terhadap alam sekitar.
Kegiatan ini dirancang agar anak-anak tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga memiliki pengalaman dan kenangan positif bersama alam, "tutpnya. (samsul)