Pemkab Bireuen gelar Apel Kebangsaan Indonesia Damai 2026
BIREUEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Apel Kebangsaan Indonesia Damai Tahun 2026 di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan merawat kebhinekaan di tengah masyarakat Kabupaten Bireuen.
Acara tersebut dihadiri oleh Danrem 011/Lilawangsa, Ketua DPRK Bireuen, jajaran Forkopimda Bireuen, pimpinan partai politik, Danyonif 113/ JS, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kakan. Kemenag Bireuen, Ketua KIP, para camat, Unsur Forkopimcam Kota Juang , Ketua KNPI Kabupaten Bireuen, pimpinan Ormas/OKP/Organisasi wanita serta tokoh masyarakat, dan Keuchik dalam Kecamatan Kota Juang.
Ketua pelaksana yang juga Kepala Badan Kesbangpol, Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H, dalam laporannya menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, serta Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan.
Melalui landasan hukum dan ideologi tersebut, apel ini dirancang sebagai ruang konsolidasi sosial untuk merapatkan barisan antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh komponen masyarakat Bireuen dalam satu wadah kebersamaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh 330 peserta yang melingkupi berbagai elemen daerah, mulai dari Danrem 011/Lilawangsa, unsur Forkopimda, jajaran TNI dan Polri, pimpinan partai politik, kepala dinas/bagian/lembaga keistimewaan Aceh, Ketua KIP, camat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pemuda, serta keuchik.

Sesi foto bersama Danrem 011/Lilawangsa, unsur Forkopimda, jajaran TNI dan Polri, dan pimpinan partai politik
Sementara Bupati Bireuen, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Ismunandar, S.T., M.T, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan peserta yang hadir. Ditegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan moral untuk menjaga kedamaian daerah.
"Apel Kebangsaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial saja, melainkan pengingat penting bagi kita semua tentang cinta Tanah Air. Kita berdiri di sini untuk merawat persatuan bangsa Indonesia," ujarnya di hadapan para peserta apel.
Lebih lanjut, ditegaskan pula bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, mulai dari suku, agama, ras, hingga pandangan, seharusnya menjadi penguat benteng keharmonisan, bukan pemicu keretakan sosial.
"Indonesia lahir dari perbedaan. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan kita. Sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan," lanjutnya.
Dalam momentum ini, Pemkab Bireuen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memegang teguh tiga langkah nyata, pertama, Menjaga Persatuan, dengan menghindari perpecahan, menghentikan penyebaran berita bohong (hoax), dan mengikis rasa benci antarsesama. Kedua Mengamalkan Pancasila, dengan menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai panduan utama dalam bersikap sehari-hari. Ketiga, Membangun Negeri, dengan Memberikan kontribusi dan karya terbaik di bidang masing-masing demi kemajuan daerah.
"Jadikan Apel Kebangsaan Indonesia Damai 2026 ini sebagai pengingat bahwa masa depan Bireuen dan Indonesia yang damai berada di tangan kita sendiri," pungkasnya.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi damai oleh Ketua KNPI Kabupaten Bireuen, Abdul Halim, diikuti oleh seluruh peserta. Setelah itu, penandatanganan deklarasi damai oleh Danrem 011/Lilawangsa dan Forkopimda.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan penandatanganan deklarasi damai oleh seluruh peserta apel.*

Posting Komentar