408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya
Aktual86.com | Bireuen – Upaya pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, terus berjalan. Berdasarkan data terbaru, total 408 unit rumah kategori rusak berat dan relokasi telah mendapatkan pembangunan. Berikut rincian progress dan profil singkat pelaksana berdasarkan informasi publik:
Rincian Pembangunan
1. Ghufarindo (Kontraktor)
Membangun 264 unit yang tersebar di berbagai kecamatan.
Progress:
- 24 unit selesai 100%
- 10 unit 75%
- 10 unit 50%
- 27 unit 25%
- 29 unit 5%
- sisa 164 unit
Membangun 31 unit rumah relokasi di Dusun Bivak, Desa Krueng
Simpo, Kecamatan Juli. Proses pembangunan sedang berlangsung.
3. DT Peduli (Lembaga Amil Zakat Nasional)
Membangun 45 unit Rumah Panggung Tetap (Rupatap) di Desa
Alue Kuta, Kecamatan Jangka.
DT Peduli merupakan lembaga filantropi dari Yayasan Daarut
Tauhiid yang fokus pada program recovery pascabencana. Rumah yang dibangun
berkonsep panggung (untuk ketahanan terhadap banjir), luas sekitar 36 m² per
unit, dilengkapi instalasi listrik dan sanitasi. Peletakan batu pertama
dilakukan pada Maret 2026 dengan melibatkan gotong royong warga setempat.
4. PT Takabeya Perkasa Group (CSR Perusahaan)
Membangun 7 unit. Progress sedang berlangsung.
Perusahaan konstruksi lokal Bireuen yang didirikan oleh H.
Mukhlis (saat ini Bupati Bireuen). Perusahaan ini aktif di bidang jasa
konstruksi sejak awal 2000-an dan kerap terlibat dalam proyek infrastruktur di
Aceh. Melalui program CSR, mereka membangun 7 unit hunian tetap di Kecamatan
Gandapura (antara lain di Gampong Samuti Aman, Cot Teufah, Ceubo, Teupin Siron,
dan Blang Guron).
5. PT Blang Keutumba (CSR Perusahaan)
Membangun 61 unit, di mana 12 unit di antaranya sudah
selesai.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dimiliki tokoh lokal
H. Subarni A. Gani. Melalui program CSR/donasi, perusahaan ini membangun
puluhan unit hunian tetap yang tersebar di beberapa desa, antara lain Balee
Panah, Teupin Mane, Simpang Jaya (Kecamatan Juli), Alue Limeng, dan lokasi
lainnya.
Secara keseluruhan, dari 408 unit yang dikerjakan,
setidaknya 36 unit telah selesai 100 persen (24 unit dari Ghufarindo dan 12
unit dari PT Blang Keutumba). Sisanya masih dalam berbagai tahap konstruksi.
Pembangunan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara
pemerintah, kontraktor, lembaga nirlaba, dan perusahaan melalui program CSR
untuk mempercepat pemulihan warga terdampak banjir akhir 2025. Pemerintah
Kabupaten Bireuen terus memantau progres agar hunian tetap segera bisa
ditempati.


Posting Komentar