Bupati Mukhlis Pimpin Upacara Peringatan HUT Bireuen ke-27
BIREUEN, AKTUAL86.com – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen di Ruang Terbuka Hijau (RTH), Senin (12/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Bireuen Bershalawat” sebagai ajakan memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan semangat membangun daerah.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., Bupati Bener Meriah beserta istri, Wakil Wali Kota Banda Aceh beserta istri, Wakil Wali Kota Sabang beserta istri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh pendiri Kabupaten Bireuen, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Hadir pula Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Ketua BKMT Kabupaten Bireuen, pimpinan dan anggota DPRK, alim ulama, pimpinan dayah, Sekretaris Daerah, kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), pimpinan instansi vertikal dan perguruan tinggi, organisasi perempuan dan kepemudaan, camat, insan pers, serta berbagai unsur masyarakat.
Peserta upacara terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), pelajar, mahasiswa, keuchik, imum mukim, perangkat gampong, serta personel TNI dan Polri. Camat Gandapura, Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev., bertindak sebagai komandan upacara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Shalawat Badar, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Mars Bireuen.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, tokoh pendiri Kabupaten Bireuen, Sofyan Ali, menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan daerah dan tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Ia menilai kondisi daerah yang semakin kondusif serta aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor menjadi modal penting bagi peningkatan kesejahteraan. Sektor perkebunan, kelautan, pertanian yang didukung irigasi teknis, serta perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Sofyan Ali, kemajuan tersebut perlu terus diperkuat, terlebih setelah masyarakat Bireuen menghadapi berbagai musibah yang berdampak terhadap kehidupan warga dan pembangunan infrastruktur.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan kawasan perkotaan. Pemerataan pembangunan hingga ke gampong-gampong, termasuk perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana, harus tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan juga dinilai membutuhkan perhatian berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Sofyan Ali turut mengapresiasi sejumlah langkah pemerintah daerah, antara lain penyelesaian persoalan aset RSUD dr. Fauziah dengan Kodim 0111/Bireuen, penertiban aset di wilayah Gandapura, pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan Merah Putih, serta penanganan bencana hidrometeorologi dan pemulihan infrastruktur dasar.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan. Menurutnya, Bireuen memiliki sejarah perjuangan yang perlu dijaga sebagai bagian dari identitas daerah.
Semangat tersebut sejalan dengan motto Kabupaten Bireuen, “Gemilang Datang Padamu Bila Tekad Kukuh Berpadu."
Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa tema “Bireuen Bershalawat” tidak seharusnya berhenti sebagai slogan dalam peringatan hari jadi kabupaten.
Tema tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan keteladanan, integritas, kepedulian sosial, dan persaudaraan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Bupati juga mengajak seluruh unsur masyarakat memperkuat gotong royong dan sinergi untuk mendorong pembangunan daerah. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, ulama, tokoh masyarakat, dan generasi muda dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam mewujudkan Bireuen yang lebih baik.
Ia menekankan bahwa kemajuan daerah membutuhkan kerja sama yang berkesinambungan. Perbedaan pandangan maupun latar belakang hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.
Bupati Mukhlis turut menyoroti pentingnya pembangunan yang memperhatikan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, menyusul banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen.
Pengalaman menghadapi bencana tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat, ketahanan infrastruktur, serta kesiapan menghadapi berbagai risiko.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan dalam upaya penanganan bencana maupun pemulihan kondisi daerah.
Selain pemulihan infrastruktur, pemerintah daerah juga diarahkan untuk terus memperluas akses pendidikan yang bermutu, meningkatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan responsif, serta memperkuat perlindungan dan pemberdayaan kelompok masyarakat yang menjadi penggerak ekonomi daerah.
Petani, nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat. Dukungan terhadap kelompok tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan kesejahteraan sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi daerah.
Bupati mengajak masyarakat menjadikan musibah sebagai pelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan, sementara perbedaan dijadikan kekuatan dalam membangun kebersamaan.
Ia berharap semangat keagamaan yang menjadi landasan tema peringatan HUT kali ini dapat berjalan seiring dengan kerja keras, gotong royong, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan semangat Bireuen Bershalawat, berbekal gotong royong, kerja keras, dan keikhlasan, mari kita bersama-sama membawa Kabupaten Bireuen menjadi daerah yang maju, sejahtera, religius, tangguh, dan bermartabat,” demikian pesan Bupati Mukhlis dalam amanatnya.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen.
Rangkaian peringatan kemudian diisi dengan penyerahan penghargaan kepada penerima Anugerah HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, penghargaan bagi tokoh pendiri kabupaten, serta penghargaan kepada pihak yang dinilai taat pajak.
Penampilan tari kolosal turut memeriahkan kegiatan tersebut sekaligus menambah semarak peringatan hari jadi Kabupaten Bireuen.
Peringatan HUT ke-27 ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah, menghargai jasa para pendahulu, dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan ke depan.
Melalui semangat Bireuen Bershalawat, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus menjaga persatuan, memperkuat nilai keagamaan, serta bekerja bersama untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Bireuen.
Bireuen Bershalawat, Bireuen Bersatu, Bireuen Bangkit, Bireuen Semakin Maju.
AKTUAL86.com — Berita Daerah, Aktual dan Terpercaya.



Posting Komentar