Dukungan Kemendagri Berlanjut, Bupati Bireuen Serahkan 4 Ekskavator ke Gampong Pante Karya
BIREUEN - Menindaklanjuti serah terima pinjam pakai alat berat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST. resmi melepas dan menyerahkan bantuan alat berat tersebut ke titik lokasi pengerjaan utama penanganan banjir di Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Jumat (16/10/2026).
Penyerahan itu turut didampingi perwakilan Dinas PUPR, BPBD, Camat Peusangan Siblah Krueng, Keuchik dan perangkat Gampong Pante Karya. Dari total 5 unit ekskavator bantuan Kemendagri, 4 unit khusus untuk Desa Pante Karya, yang terdiri dari 2 unit Ekskavator Long Arm dan 2 unit Ekskavator Biasa (PC 200).
Langkah cepat ini dilakukan guna mempermudah normalisasi Bendung Irigasi Mon Seukeu Pulot dan aliran sungai Gampong Pante Karya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
"Hari ini kebetulan kita ada bantuan dari pemerintah pusat, dari Kemendagri. Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian PU, dan Bapak Mendagri atas bantuan 5 unit alat berat ekskavator. Sebanyak 4 unit segera kita kirim kemari untuk menangani tanggul dan normalisasi sungai," ungkapnya.
Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST. menegaskan bahwa seluruh armada alat berat yang dikirim ke Pante Karya siap langsung dioperasikan secara optimal. Sesuai dengan skema operasional yang telah disusun, pengerjaan difokuskan pada pembersihan slime atau lumpur endapan.
Guna menjamin kelancaran penanganan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Bireuen telah menyiagakan personel khusus, pengaturan bahan bakar, konsumsi operator, hingga pengamanan alat berat secara terstruktur selama masa pengerjaan yang diperkirakan berlangsung efektif selama kurang lebih satu bulan.
Dengan tibanya alat berat di Desa Pante Karya, diharapkan percepatan penanganan dan mitigasi bencana banjir di wilayah Kabupaten Bireuen dapat berjalan maksimal serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Selain menyerahkan bantuan alat berat, Bupati juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanggul yang jebol di Desa Pante Karya akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.
Bupati menjelaskan bahwa tanggul di Desa Pante Karya yang sebelumnya telah selesai dibangun kini kembali mengalami kerusakan akibat tergerus air banjir.
"Tanggul ini waktu banjir kemarin di akhir 2025 sudah kita bangun, sudah kita buat dengan bagus dan sudah oke, sudah selesai. Namun dua hari yang lalu terjadi banjir lagi sehingga digerus kembali sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman 2 meter," ujar Bupati.
Selain upaya teknis, Bupati menyoroti penyebab maraknya kerusakan sungai akibat aktivitas manusia, salah satunya penambangan batu besar atau batu gajah di aliran sungai. Bupati meminta aparat kecamatan dan Keuchik untuk bertindak tegas melarang aktivitas penambangan tersebut.
"Fungsi batu tersebut adalah sebagai peredam energi. Ketika banjir, dialah yang akan meredam derasnya arus air. Jangan sampai kita mengatasi masalah tapi muncul masalah baru. Bapak Camat mohon diperhatikan kerusakan lingkungan, jangan sembarangan mengeluarkan izin. Bapak Keuchik juga harus melarang penambangan batu-batu gajah yang ada dalam sungai karena itu sangat penting untuk mengendalikan kondisi banjir," tegas Bupati.
Sementara, Keuchik Gampong Pante Karya, Hasdairin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada pemerintah, khususnya pihak kabupaten, atas respons cepat dan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya yang terdampak banjir.
Sebelumnya, masyarakat Gampong Pante Karya sempat merasa cemas akibat jebolnya tanggul sungai serta belum terselesaikannya jaringan irigasi dan kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah.
Namun, dengan adanya kunjungan langsung serta kepastian alokasi penanganan dan bantuan alat berat dari pemerintah pusat maupun daerah, kekhawatiran warga kini mulai mereda.



Posting Komentar