BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen terus mematangkan rencana penguatan sektor pangan daerah. Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., bersama jajaran pimpinan Perum Bulog Kanwil Aceh meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau unit penggilingan padi terpadu serta gudang logistik baru di Kabupaten Bireuen, Rabu (6/5).
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif lahan yang akan digunakan, guna mendukung hilirisasi produk pertanian dan stabilitas harga gabah di tingkat petani lokal.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petinggi Perum Bulog dan pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Hadir dalam rombongan tersebut antara lain:
• Alhori, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh;
• Suhadi, Manajer Operasional Perum Bulog Kanwil Aceh;
• Muhammad Iqbal, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe;
• Ismunandar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen;
• Asisten Administrasi Umum (Asisten 3) Setdakab Bireuen;
• Kepala Bidang BPKD; serta
• Kepala Bidang Aset Kabupaten Bireuen.
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., menegaskan bahwa kehadiran RMU modern di Bireuen merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani. Dengan adanya fasilitas penggilingan dan penyimpanan yang representatif, Bireuen diharapkan mampu menjadi sentra pengolahan beras mandiri di Provinsi Aceh.
"Kehadiran tim dari Kanwil Bulog Aceh hari ini adalah bentuk keseriusan dalam menjalin sinergi. Kami berharap pembangunan RMU dan gudang ini segera terealisasi agar distribusi pangan lebih efisien dan kesejahteraan petani kita lebih terjamin," ujar Bupati di sela-sela peninjauan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Alhori, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menyediakan dukungan infrastruktur. Keterlibatan Sekda serta jajaran dari Bidang Aset dan BPKD menunjukkan komitmen kuat daerah dalam urusan legalitas dan penyiapan lahan.
Pembangunan ini diproyeksikan akan menggunakan teknologi terkini yang mampu memproses gabah dengan tingkat penyusutan yang rendah, sehingga kualitas beras yang dihasilkan memenuhi standar premium. Selain untuk menjaga stok pangan nasional, fasilitas ini juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah melalui operasi pasar yang lebih cepat dan terukur.
Peninjauan berakhir dengan diskusi teknis mengenai mekanisme tindak lanjut kerja sama antara Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Bireuen.(Admin)