Telusuri
24 C
id
AKTUAL86
Buy template blogger
  • Beranda
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Aceh
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Olahraga
  • Daerah Aceh
    • Banda Aceh
    • Sabang
    • Langsa
    • Lhokseumawe
    • Subulussalam
    • Aceh Besar
    • Aceh Barat
    • Aceh Barat Daya
    • Aceh Jaya
    • Aceh Selatan
    • Aceh Singkil
    • Aceh Tamiang
  • Aceh Tengah & Barat
    • Aceh Tengah
    • Aceh Tenggara
    • Aceh Timur
    • Aceh Utara
    • Bener Meriah
    • Bireuen
    • Gayo Lues
    • Nagan Raya
    • Pidie
    • Pidie Jaya
    • Simeulue
  • Video
  • Layanan
    • Pasang Iklan
    • Advertorial
    • Press Release
    • Media Partner
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami
AKTUAL86
Telusuri

🏠Home Aceh Ceulangiek
Aceh Ceulangiek DPR Aceh Gam memperingati perdamaian Aceh MoU Helsinki perdamaian Aceh Wakil Ketua Komisi I DPRA

21 Tahun Damai Aceh, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Belum Merata, Implementasi MoU Helsinki Perlu Dievaluasi

Sejumlah sektor dinilai perlu mendapat perhatian, mulai dari penguatan ekonomi, kehidupan sosial, pelaksanaan syariat Islam, pendidikan, pelayanan
IsMed
IsMed
13 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Wakil Ketua Komisi I DPRA, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek
Wakil Ketua Komisi I DPRA, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek

BANDA ACEH — Dua puluh satu tahun perjalanan perdamaian Aceh dinilai belum sepenuhnya mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat. Perdamaian yang lahir melalui kesepakatan antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia masih menyisakan sejumlah pekerjaan besar, khususnya dalam bidang pembangunan, ekonomi, sosial, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRA, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek, dalam wawancara khusus terkait perjalanan 21 tahun perdamaian Aceh.

Menurut Ceulangiek, lebih dari dua dekade perdamaian seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk melihat secara objektif sejauh mana manfaat perdamaian telah dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh.

Ia menilai masih terdapat kesenjangan antara semangat perdamaian yang tertuang dalam kesepakatan dengan realitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di lapangan.

“Perdamaian tidak boleh hanya dimaknai sebagai berakhirnya konflik. Lebih dari itu, perdamaian harus mampu menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera,” demikian substansi pandangan Ceulangiek mengenai kondisi Aceh saat ini.

Implementasi MoU Helsinki Dinilai Masih Jauh dari Harapan

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah implementasi butir-butir MoU Helsinki. Ceulangiek menilai pelaksanaan kesepakatan damai tersebut masih belum sesuai dengan harapan yang dibangun ketika perdamaian Aceh disepakati.

Bahkan yang mirisnya, ia menyebut capaian implementasi MoU Helsinki hingga saat ini belum mencapai 20 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Para pihak yang terlibat dalam proses perundingan perdamaian memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk melihat kembali sejauh mana isi kesepakatan telah dijalankan sesuai dengan tujuan awal perdamaian.

“Evaluasi diperlukan agar kita dapat melihat secara menyeluruh apa saja yang sudah dilaksanakan dan apa yang masih belum terealisasi,” ujarnya.

Dorong Forum Bersama Evaluasi Perdamaian

Untuk menjawab persoalan tersebut, Ceulangiek mendorong dibentuknya sebuah forum musyawarah bersama yang melibatkan berbagai unsur.

Forum tersebut diharapkan mempertemukan Pemerintah Aceh, DPRA, anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh, para pemangku kepentingan di Aceh, serta para juru runding dari pihak GAM.

Hasil pembahasan forum tersebut nantinya dapat disampaikan kepada pihak yang memiliki peran sebagai fasilitator dan mediator, termasuk Crisis Management Initiative (CMI).

Menurut Ceulangiek, langkah tersebut penting untuk membuka ruang evaluasi secara menyeluruh terhadap perjalanan implementasi kesepakatan damai Aceh.

Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti pada persoalan politik, tetapi juga dapat diarahkan pada bagaimana perdamaian memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

15 Agustus Harus Menjadi Momentum Persatuan

Memasuki peringatan 21 tahun perdamaian Aceh, Ceulangiek mengajak seluruh masyarakat menjadikan 15 Agustus sebagai momentum untuk memperkuat persatuan.

Ia juga mendorong agar sejarah konflik Aceh dan dokumen perjanjian antara GAM dan Pemerintah RI kembali dipelajari, khususnya oleh generasi muda.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah menjadi penting agar generasi penerus mengetahui perjalanan panjang Aceh menuju perdamaian sekaligus memahami berbagai hal yang telah diwujudkan maupun yang masih menjadi pekerjaan rumah.

“Generasi muda harus mengetahui bagaimana proses perdamaian ini lahir dan apa yang menjadi cita-cita dari kesepakatan tersebut,” menjadi poin penting dalam pandangannya.

Perdamaian Harus Bermuara pada Kesejahteraan

Bagi Ceulangiek, keberhasilan perdamaian pada akhirnya tidak hanya dapat diukur dari tidak adanya konflik. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ia berharap evaluasi terhadap implementasi MoU Helsinki dapat melahirkan agenda yang lebih konkret untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh.

Sejumlah sektor dinilai perlu mendapat perhatian, mulai dari penguatan ekonomi, kehidupan sosial, pelaksanaan syariat Islam, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penciptaan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, manfaat nyata dari perdamaian akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Pada akhirnya, perdamaian Aceh diharapkan tidak hanya tercatat sebagai keberhasilan mengakhiri konflik, tetapi juga sebagai tonggak sejarah yang benar-benar membawa perubahan dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh.

Dua puluh satu tahun damai seharusnya bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk memastikan bahwa cita-cita perdamaian benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

sumber : https://thejurnal.id/news/ceulangiek-21-tahun-damai-aceh-belum-sepenuhnya-hadirkan-kesejahteraan-implementasi-mou-helsinki-harus-dievaluasi/index.html

 

Aceh Ceulangiek DPR Aceh Gam memperingati perdamaian Aceh MoU Helsinki perdamaian Aceh Wakil Ketua Komisi I DPRA
Via Aceh
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Berita Terkait lainnya

Posting Komentar

- Advertisment -
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Berita Menarik Lainnya

21 Tahun Damai Aceh, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Belum Merata, Implementasi MoU Helsinki Perlu Dievaluasi

IsMed- 10:11 PM 0
Aceh 21 Tahun Damai Aceh, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Belum Merata, Implementasi MoU Helsinki Perlu Dievaluasi
Wakil Ketua Komisi I DPRA, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek BANDA ACEH — Dua puluh satu tahun perjalanan perdamaian Aceh dinilai belum sepenu…

Berita Populer

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

1:28 AM
Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

8:18 PM
Tim Voli Kota Juang Gagal ke Semifinal Piala Dandim 0111/Bireuen Usai Ditumbangkan Lawan

Tim Voli Kota Juang Gagal ke Semifinal Piala Dandim 0111/Bireuen Usai Ditumbangkan Lawan

7:35 PM

Berita lainnya

Ilham Pangestu akan Kawal dan Usut Hingga Tuntas Kasus Warga Bireuen yang Tewas di Jakarta

Ilham Pangestu akan Kawal dan Usut Hingga Tuntas Kasus Warga Bireuen yang Tewas di Jakarta

12:20 AM
Tgk Aceh Minta Aparat Hukum , Tangkap Para Koruptor Uang Rakyat,Dengan Hukuman Mati "Tampa Pandang Bulu

Tgk Aceh Minta Aparat Hukum , Tangkap Para Koruptor Uang Rakyat,Dengan Hukuman Mati "Tampa Pandang Bulu

9:05 PM
Mantan Kabid Perkebunan Bireuen,Dilantik Sebagai Ketua DPC  PDIP  Periode  2019-2024

Mantan Kabid Perkebunan Bireuen,Dilantik Sebagai Ketua DPC PDIP Periode 2019-2024

12:51 AM

Baca juga

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

1:28 AM
Aduan Warga ke Wapres, Pemkab Bireuen Bongkar Data Bantuan Banjir

Aduan Warga ke Wapres, Pemkab Bireuen Bongkar Data Bantuan Banjir

11:56 PM
Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

8:18 PM

IKLAN BERBAYAR

IKLAN BERBAYAR
AKTUAL86

Tentang Kami

Aktual86.com adalah portal media siber yang berkomitmen menyajikan informasi cepat, akurat, berimbang, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia..

Contact us: Aktual86.com@gmail.com

Follow

© MEDIA ONLINE AKTUAL86.COM
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Contact Us
  • Redaksi