Karang Taruna Bireuen Gelar Pelatihan Barbershop, Dorong Pemuda Mandiri dan Kurangi Pengangguran
![]() |
| Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Bireuen Dr. Alfian Membuka Acara pelatihan Babershop/Pangkas |
BIREUEN – Aktual86.com, Karang
Taruna Kabupaten Bireuen bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen
menggelar kegiatan Peningkatan
Kemampuan Kelembagaan Masyarakat Sumber Daya Manusia Karang Taruna melalui
Pelatihan Pangkas Rambut/Barbershop.
Kegiatan yang mengusung tema “Wujudkan
Generasi Muda Karang Taruna yang Mandiri, Kreatif dan Berjiwa Wirausaha”
tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam
meningkatkan keterampilan pemuda sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Agustus 2026, dan
diikuti sebanyak 30 peserta yang
berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Bireuen, Musnawar, SE,
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bireuen yang telah
mendukung pelaksanaan program tersebut melalui Dinas Sosial Kabupaten Bireuen.
“Terima kasih kepada Bupati Bireuen yang sudah membuat kegiatan ini melalui
Dinas Sosial. Saya berharap seluruh peserta serius mengikuti pelatihan selama
tiga hari ini,” ujar Musnawar.
Menurutnya, program pelatihan barbershop tersebut merupakan langkah positif
untuk membekali pemuda dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi
usaha mandiri.
Musnawar berharap niat baik Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mengurangi
angka pengangguran melalui program pemberdayaan pemuda tidak berhenti pada
pelatihan saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan sehingga peserta
benar-benar mampu membuka usaha.
“Kita berharap itikad baik Bupati Bireuen untuk mengurangi pengangguran
melalui program barbershop ini tidak sia-sia. Pemuda harus memiliki
keterampilan dan mampu mandiri dalam berwirausaha,” katanya.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala
Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian. Dalam sambutannya,
Alfian menegaskan bahwa program tersebut bukan kegiatan yang dilaksanakan
secara asal, melainkan telah dirancang sebagai bagian dari upaya Pemerintah
Kabupaten Bireuen dalam meminimalkan angka pengangguran.
“Program ini bukan asal jadi, tetapi merupakan kegiatan yang sudah
dipikirkan secara matang oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam rangka
meminimalkan angka pengangguran,” ujar Alfian.
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya diberikan pelatihan keterampilan, tetapi
nantinya juga akan mendapatkan bimbingan serta dukungan modal sebagai bagian
dari upaya mendorong mereka untuk memulai usaha.
Alfian meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan
sebaik-baiknya meskipun waktu pelatihan relatif singkat.
“Saya berharap semua peserta benar-benar mengikuti pelatihan ini. Walaupun
waktunya cukup singkat, ini menjadi modal awal bagi peserta untuk mengembangkan
keterampilan,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran pada tahun 2026 membuat pelatihan baru
dapat diikuti oleh 30 peserta dari 12 kecamatan. Sementara kecamatan yang belum
mendapatkan kesempatan akan diupayakan mengikuti program serupa pada tahun
berikutnya.
“Karena keterbatasan biaya tahun ini, baru 12 kecamatan yang dapat mengikuti
kegiatan. Untuk kecamatan yang belum, insyaallah akan dilaksanakan pada tahun
berikutnya,” jelas Alfian.
Menurut Alfian, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen
pemerintah untuk memastikan kehadirannya dalam membantu masyarakat,
khususnya generasi muda, memperoleh keterampilan dan peluang ekonomi.
“Bupati Bireuen ingin benar-benar pemerintah hadir dalam memberantas
pengangguran yang ada di Kabupaten Bireuen,” tegasnya.
Pelatihan pangkas rambut tersebut dipandu oleh Capt The Barbershop Bireuen,
yang memberikan pembekalan teknis kepada peserta mengenai keterampilan dasar
hingga praktik pangkas rambut.
![]() |
| Peserta sedang melakukan Praktek memangkas rambut disaksikan langsung oleh kepala Dinas Sosial Bireuen |
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh
kemampuan teknis, tetapi juga memiliki keberanian untuk membuka usaha
barbershop secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.
Program ini mengusung semangat “Bekal
Keterampilan Menuju Kemandirian Ekonomi Pemuda”, dengan harapan
keterampilan yang diperoleh dapat menjadi pintu masuk bagi terciptanya lapangan
kerja baru serta mengurangi ketergantungan pemuda terhadap lapangan pekerjaan
formal.
Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial dan Karang Taruna
diharapkan dapat terus memperluas program pemberdayaan serupa sehingga semakin
banyak pemuda di berbagai kecamatan memperoleh keterampilan produktif yang
dapat dikembangkan menjadi usaha.



Posting Komentar