Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen dan IKDAR Malaysia Teken MoU, Perkuat Pendidikan Islam Bertaraf Internasional
BIREUEN – Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen kembali menorehkan langkah strategis dalam memperluas jejaring pendidikan Islam di tingkat internasional. Lembaga pendidikan Islam terkemuka di Aceh tersebut resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR), Malaysia, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU berlangsung di Meeting Room Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen pada Rabu, 29 Juli 2026, bertepatan dengan 14 Safar 1448 Hijriah. Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Abiya Prof. Dr. H. Saifullah, S.Ag., M.Pd., selaku Pimpinan Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen, bersama Prof. Dr. Muhammad Faizal bin Tahiruddin, selaku Rektor Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR), Malaysia.
Kerja sama ini mencakup berbagai program strategis, di antaranya pertukaran santri internasional, pelatihan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, pertukaran tenaga pengajar, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, penelitian serta publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan berbagai program kolaboratif lainnya di masa mendatang.
Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen membangun ekosistem pendidikan Islam yang unggul, inovatif, serta mampu melahirkan generasi muslim yang berkarakter, berwawasan internasional, dan siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pendidikan Islam Berkelas Dunia
Dalam sambutannya, Abiya Prof. Dr. H. Saifullah, S.Ag., M.Pd. menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi besar Pesantren Ummulqura Antarabangsa dalam menghadirkan pendidikan Islam yang modern, berkualitas, dan berstandar internasional.
"Kolaborasi ini membuka peluang yang lebih luas bagi santri maupun tenaga pendidik untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara, meningkatkan kemampuan bahasa asing, memperkuat jaringan riset, sekaligus mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.
Menurutnya, kemitraan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar hubungan antar lembaga. Aceh dan Malaysia memiliki ikatan sejarah, budaya Melayu, serta nilai-nilai Islam yang telah terjalin selama berabad-abad. Kesamaan tersebut menjadi fondasi kuat untuk membangun kerja sama pendidikan yang berkelanjutan.
Menghidupkan Kembali Jejaring Keilmuan Melayu-Islam
Abiya Prof. Dr. H. Saifullah juga mengungkapkan bahwa sejak masa awal penyebaran Islam di Asia Tenggara, hubungan keilmuan antara ulama Aceh dan Semenanjung Melayu telah melahirkan banyak karya ilmiah, jaringan dakwah, serta pusat-pusat pendidikan Islam yang berpengaruh di kawasan.
Semangat ukhuwah Islamiyah itulah yang kini kembali diperkuat melalui kemitraan antara Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen dan IKDAR Malaysia. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kerja sama akademik, serta mencetak generasi muslim yang unggul, moderat, berakhlak mulia, dan siap bersaing di tingkat global.
Selain memiliki kesamaan sejarah dan budaya, Aceh dan Malaysia juga berada pada kawasan strategis Selat Malaka yang sejak dahulu menjadi jalur penting perdagangan, penyebaran ilmu pengetahuan, dan perkembangan peradaban Islam.
Dihadiri Tokoh Pendidikan Indonesia dan Malaysia
Momentum bersejarah tersebut turut disaksikan oleh jajaran pimpinan IKDAR Malaysia, yakni Prof. Madya Dato' Haji Muhammad Asri bin Abdullah (Pengurusi Lembaga Pengarah Institusi), Tuan Syed Mohammad bin Syed Zakaria (Penasihat Undang-Undang IKDAR), Dr. Ahmad Muzammil bin Mohammad Shapawi (Ketua Jabatan Hal Ehwal Antarabangsa), Puan Siti Norlina binti Samad (Pengarah IKDAR Cawangan Taiping), serta Datin Norraziah binti Mohm Zamzam.
Sementara dari pihak Pesantren Ummulqura Antarabangsa hadir Waled Qamar Syafawi, M.Pd. selaku Direktur Pesantren Ummulqura Antarabangsa, Ustadz Syaukani, S.Pd. selaku Kepala MA Ummulqura Indonesia, Ustadz Islahul Umam selaku Wakil Kepala MA Ummulqura Indonesia, Muhibuddin, S.Pd. selaku Kepala SMP Islam Ummulqura Indonesia, Dr. Dhiauddin, M.Pd., Dr. Diana, M.Pd., Hj. Fauzah, S.KM., Tina Levia, S.Pd., M.Pd., beserta seluruh tenaga pendidik dan staf Pesantren Ummulqura Antarabangsa Bireuen.
Awal Babak Baru Kolaborasi Indonesia–Malaysia
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam.
Melalui berbagai program kolaboratif yang akan dijalankan, kedua institusi optimistis mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa internasional, dan memiliki integritas tinggi.
Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua lembaga, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dan Malaysia sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam unggulan di kawasan Asia Tenggara bahkan dunia
