Telusuri
24 C
id
AKTUAL86
Buy template blogger
  • Beranda
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Aceh
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Olahraga
  • Daerah Aceh
    • Banda Aceh
    • Sabang
    • Langsa
    • Lhokseumawe
    • Subulussalam
    • Aceh Besar
    • Aceh Barat
    • Aceh Barat Daya
    • Aceh Jaya
    • Aceh Selatan
    • Aceh Singkil
    • Aceh Tamiang
  • Aceh Tengah & Barat
    • Aceh Tengah
    • Aceh Tenggara
    • Aceh Timur
    • Aceh Utara
    • Bener Meriah
    • Bireuen
    • Gayo Lues
    • Nagan Raya
    • Pidie
    • Pidie Jaya
    • Simeulue
  • Video
  • Layanan
    • Pasang Iklan
    • Advertorial
    • Press Release
    • Media Partner
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer
    • Hubungi Kami
AKTUAL86
Telusuri

🏠Home Aceh doa bersama
Aceh doa bersama Gam Gerakan Aceh Merdeka Jaringan Aneuk Syuhada Aceh JASA Aceh Jasa Bireuen Kabar Bireuen memperingati perdamaian Aceh MoU Helsinki perdamaian Aceh

Ketua JASA Bireuen : 15 Agustus Bukan Hari Kemerdekaan Aceh, Melainkan Momentum Mengenang Perdamaian Aceh

Mulyadi mengajak semua pihak, baik masyarakat, tokoh, maupun kalangan terdidik, untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya
IsMed
IsMed
13 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Ketua JASA Bireuen Mulyadi
Ketua JASA Bireuen Mulyadi, SH

Aktual86 | BIREUEN — Ketua JASA Bireuen, Mulyadi, SH, mengimbau seluruh masyarakat Aceh agar tidak terpengaruh oleh isu maupun informasi yang menyebutkan bahwa tanggal 15 Agustus merupakan hari kemerdekaan Aceh.

Menurut Mulyadi, tanggal 15 Agustus merupakan momentum penting untuk memperingati perdamaian Aceh, yang ditandai dengan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kesepakatan tersebut menjadi tonggak berakhirnya konflik bersenjata yang telah berlangsung panjang di Aceh.

Mulyadi menegaskan, masyarakat perlu memahami sejarah secara utuh dan tidak mudah mempercayai narasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Tanggal 15 Agustus bukanlah hari kemerdekaan Aceh. Ini adalah momentum untuk memperingati perdamaian Aceh dengan Indonesia melalui MoU Helsinki yang menjadi titik penting berakhirnya konflik,” tegas Mulyadi.

Ia juga menanggapi adanya isu yang beredar terkait rencana kegiatan pada 15 Agustus 2026 di Banda Aceh yang disebut-sebut sebagai aksi untuk menuntut kemerdekaan Aceh dan lain sebagainya. Menurutnya, informasi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat ataupun pihak keamanan untuk saling mencurigai ataupun terprovokasi.

Mulyadi mengajak semua pihak, baik masyarakat, tokoh, maupun kalangan terdidik, untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan sampai kita termakan isu yang digoreng oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan memprovokasi dan jangan pula mudah terprovokasi,” ujarnya.

Merawat Perdamaian, Mengenang Para Syuhada

Lebih jauh, Mulyadi menjelaskan bahwa semangat utama dalam memperingati 15 Agustus adalah merawat perdamaian dan mendoakan para syuhada yang telah mendahului masyarakat Aceh.

Menurutnya, perdamaian yang telah dicapai bukan sekadar catatan sejarah, tetapi merupakan sesuatu yang harus dijaga bersama demi masa depan Aceh.

Kegiatan yang dilakukan dalam momentum tersebut, kata dia, hendaknya diarahkan kepada kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk doa bersama untuk para syuhada serta memohon kepada Allah SWT agar Aceh diberikan kesejahteraan, keamanan, dan masa depan yang lebih baik.

“Tujuan kita adalah melakukan doa bersama untuk para syuhada yang telah mendahului kita, sekaligus memohon kepada Allah SWT agar Aceh ke depan semakin sejahtera. Semoga perdamaian ini terus kita rawat sampai akhir hayat,” kata Mulyadi.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan perdamaian Aceh merupakan bagian penting dari sejarah daerah yang harus dipahami secara bijak. Perbedaan pandangan mengenai sejarah maupun masa depan Aceh semestinya disampaikan melalui ruang dialog yang damai, bukan melalui provokasi dan penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Momentum 15 Agustus 2026, dengan demikian, dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk kembali mengingat mahalnya harga sebuah perdamaian sekaligus memperkuat komitmen masyarakat Aceh untuk menjaga suasana aman dan damai.

Pesan yang disampaikan Mulyadi sederhana namun penting: jangan mengubah momentum perdamaian menjadi sumber konflik baru.

Perdamaian Aceh merupakan hasil dari perjalanan panjang yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat Aceh.

Dengan semangat tersebut, peringatan 15 Agustus diharapkan menjadi momentum untuk mengenang mereka yang telah gugur, mempererat persaudaraan, serta menatap masa depan Aceh dengan optimisme—bukan dengan provokasi dan perpecahan.

 

Aceh doa bersama Gam Gerakan Aceh Merdeka Jaringan Aneuk Syuhada Aceh JASA Aceh Jasa Bireuen Kabar Bireuen memperingati perdamaian Aceh MoU Helsinki perdamaian Aceh
Via Aceh
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Berita Terkait lainnya

Posting Komentar

- Advertisment -
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Berita Menarik Lainnya

21 Tahun Damai Aceh, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Belum Merata, Implementasi MoU Helsinki Perlu Dievaluasi

IsMed- 10:11 PM 0
Aceh 21 Tahun Damai Aceh, Kesejahteraan Rakyat Dinilai Belum Merata, Implementasi MoU Helsinki Perlu Dievaluasi
Wakil Ketua Komisi I DPRA, Rusyidi Mukhtar atau yang akrab disapa Ceulangiek BANDA ACEH — Dua puluh satu tahun perjalanan perdamaian Aceh dinilai belum sepenu…

Berita Populer

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

1:28 AM
Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

8:18 PM
Tim Voli Kota Juang Gagal ke Semifinal Piala Dandim 0111/Bireuen Usai Ditumbangkan Lawan

Tim Voli Kota Juang Gagal ke Semifinal Piala Dandim 0111/Bireuen Usai Ditumbangkan Lawan

7:35 PM

Berita lainnya

Ilham Pangestu akan Kawal dan Usut Hingga Tuntas Kasus Warga Bireuen yang Tewas di Jakarta

Ilham Pangestu akan Kawal dan Usut Hingga Tuntas Kasus Warga Bireuen yang Tewas di Jakarta

12:20 AM
Tgk Aceh Minta Aparat Hukum , Tangkap Para Koruptor Uang Rakyat,Dengan Hukuman Mati "Tampa Pandang Bulu

Tgk Aceh Minta Aparat Hukum , Tangkap Para Koruptor Uang Rakyat,Dengan Hukuman Mati "Tampa Pandang Bulu

9:05 PM
Mantan Kabid Perkebunan Bireuen,Dilantik Sebagai Ketua DPC  PDIP  Periode  2019-2024

Mantan Kabid Perkebunan Bireuen,Dilantik Sebagai Ketua DPC PDIP Periode 2019-2024

12:51 AM

Baca juga

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

408 Unit Rumah Rusak Berat dan Relokasi di Bireuen Sudah Dibangun, Ini Progress dan Profil Pelaksananya

1:28 AM
Aduan Warga ke Wapres, Pemkab Bireuen Bongkar Data Bantuan Banjir

Aduan Warga ke Wapres, Pemkab Bireuen Bongkar Data Bantuan Banjir

11:56 PM
Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

Makmur dan Peudada Lolos ke Semifinal Dandim Cup 0111/Bireuen 2026

8:18 PM

IKLAN BERBAYAR

IKLAN BERBAYAR
AKTUAL86

Tentang Kami

Aktual86.com adalah portal media siber yang berkomitmen menyajikan informasi cepat, akurat, berimbang, dan terpercaya kepada masyarakat Indonesia..

Contact us: Aktual86.com@gmail.com

Follow

© MEDIA ONLINE AKTUAL86.COM
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Contact Us
  • Redaksi