Pemkab Bireuen Sukses Laksanakan Pelatihan Barbershop, 30 Pemuda Dibekali Keterampilan dan Dukungan Usaha
| Kepala Dinsos Bireuen foto bersama peserta pelatihan Barbershop usai penutupan acara |
Aktual86.com, BIREUEN – Pelatihan
keterampilan barbershop atau pangkas rambut yang diselenggarakan
Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial Kabupaten Bireuen bekerja
sama dengan Karang Taruna Kabupaten Bireuen resmi berakhir, Rabu (12/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026, tersebut
dipusatkan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Bireuen. Kegiatan tidak hanya
memberikan pembekalan teori, tetapi juga praktik langsung memangkas rambut
sehingga peserta memiliki pengalaman dan keterampilan dasar yang dapat
diterapkan setelah pelatihan.
Sebanyak 30 peserta dari KarangTaruna yang berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Bireuen
mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam
meningkatkan keterampilan dan kemandirian pemuda, khususnya anggota Karang
Taruna. Keahlian yang diberikan diharapkan dapat menjadi modal untuk
mengembangkan usaha mandiri sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di tengah
masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, mengapresiasi semangat dan antusiasme para
peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga hari terakhir.
Menurutnya, pelatihan barbershop bukan sekadar mengajarkan teknik
memangkas rambut, tetapi juga menjadi salah satu langkah konkret dalam
membentuk pemuda yang kreatif, produktif, mandiri, dan memiliki kemampuan untuk
menciptakan peluang ekonomi.
“Dengan adanya pelatihan ini, kita berharap pemuda Kabupaten Bireuen mampu
menjadi pemuda yang kreatif, mandiri, mampu bersaing dan tentunya dapat
menciptakan lapangan kerja,” ujar Alfian.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan harapan Bupati Bireuen
untuk mendorong lahirnya pemuda-pemuda yang memiliki keterampilan sekaligus
keberanian untuk membuka usaha secara mandiri.
Menurut Alfian, keterampilan memangkas rambut memiliki prospek yang cukup
baik untuk dikembangkan menjadi usaha. Karena itu, peserta diharapkan tidak
berhenti mempraktikkan keterampilan hanya selama pelatihan, tetapi mampu
menerapkannya di lingkungan masing-masing.
“Harapan Bupati Bireuen, setelah mengikuti pelatihan ini para pemuda tidak
hanya mendapatkan ilmu, tetapi mampu mengembangkan keterampilan tersebut
menjadi usaha. Dengan demikian, mereka bisa menciptakan lapangan kerja untuk
dirinya sendiri maupun bagi orang lain,” jelasnya.
Peserta Mendapat
Sertifikat, Uang Transportasi dan Perlengkapan Pangkas
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, peserta pelatihan
juga mendapatkan sertifikat setelah
menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. Sertifikat tersebut
diharapkan dapat menjadi bukti bahwa peserta telah mengikuti pelatihan
keterampilan barbershop yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten
Bireuen melalui Dinas Sosial.
![]() |
| Penyerahan sertifikat untuk peserta pelatihan Barbershop oleh Kepala dinas sosial Bireuen didampingi ketua Karang Taruna Kabupaten Bireuen dan instruktur |
Selain sertifikat, peserta juga mendapatkan uang transportasi selama mengikuti kegiatan pelatihan.
Tidak hanya sampai pada pemberian ilmu dan sertifikat, Pemerintah Kabupaten
Bireuen melalui Dinas Sosial juga merencanakan dukungan berupa perlengkapan pangkas rambut bagi
peserta atau kecamatan yang dinilai layak berdasarkan hasil evaluasi.
Alfian mengatakan, evaluasi akan dilakukan terhadap peserta dan kecamatan
yang telah mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi salah
satu pertimbangan dalam menentukan pihak yang layak mendapatkan bantuan
peralatan pangkas rambut.
“Kita akan melakukan evaluasi ke depan terhadap kecamatan-kecamatan yang
telah mengikuti pelatihan. Dari hasil evaluasi tersebut nantinya akan dilihat
siapa yang layak untuk mendapatkan bantuan peralatan pangkas dari Pemerintah
Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial,” kata Alfian.
Dengan adanya dukungan tersebut, pemerintah berharap keterampilan yang
diperoleh peserta tidak berhenti sebatas teori dan praktik di ruang pelatihan,
tetapi dapat dilanjutkan menjadi usaha nyata di masing-masing kecamatan.
Peserta Jalani
Praktik dan Penilaian
Pada hari terakhir pelatihan, peserta mengikuti praktik sekaligus penilaian
untuk mengukur sejauh mana keterampilan yang telah diperoleh selama tiga hari.
Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir potongan rambut, tetapi juga
mencakup sejumlah aspek penting dalam pelayanan barbershop, seperti
kemampuan melayani pelanggan, teknik pemangkasan, ketelitian, serta pemahaman
terhadap prosedur dasar yang perlu diperhatikan dalam proses memangkas rambut.
Praktik dan penilaian tersebut turut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas
Sosial Kabupaten Bireuen. Alfian memberikan perhatian terhadap keseriusan
peserta serta kemampuan yang mereka tunjukkan saat menjalani praktik.
Meski berlangsung dalam waktu relatif singkat, para peserta terlihat
antusias mengikuti setiap tahapan yang diberikan instruktur, mulai dari
pembelajaran teori hingga praktik memangkas rambut secara langsung.
Karang Taruna
Dorong Peserta Kembangkan Keterampilan
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Bireuen, Musnawar, SE, menyampaikan apresiasi
kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial yang telah
memfasilitasi pelaksanaan pelatihan tersebut.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang
telah diperoleh selama tiga hari untuk dikembangkan setelah kembali ke
kecamatan masing-masing.
Menurut Musnawar, keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya diukur dari
kemampuan peserta mengikuti kegiatan di dalam aula, tetapi juga dari sejauh
mana ilmu dan keterampilan tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
“Jangan sampai pelatihan ini hanya berhenti di Aula Dinas Sosial. Apa yang
sudah dipelajari harus dipraktikkan dan dikembangkan,” harap Musnawar.
Ia menilai keterampilan barbershop memiliki peluang untuk
dikembangkan menjadi usaha yang menjanjikan apabila dikelola dengan serius.
Bahkan, peserta yang berhasil mengembangkan usaha nantinya berpeluang membuka
lapangan pekerjaan bagi pemuda lainnya.
“Harapan kita, peserta bisa menjadi pemuda yang mandiri, mampu menciptakan
lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan juga membuka kesempatan kerja bagi
orang lain. Dengan begitu, kita bersama-sama dapat membantu menekan angka
pengangguran di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Pelatihan barbershop tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian
Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap pengembangan kapasitas dan keterampilan
pemuda.
Lebih dari sekadar mengajarkan teknik memangkas rambut, kegiatan ini
diharapkan menjadi langkah awal lahirnya wirausahawan-wirausahawan muda dari
berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen.
Dengan bekal keterampilan,
sertifikat, uang transportasi, serta peluang mendapatkan dukungan perlengkapan
pangkas, para peserta diharapkan memiliki modal awal untuk
mengembangkan keahlian menjadi sumber penghasilan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial juga diharapkan dapat
terus melakukan evaluasi dan pendampingan agar program tersebut memberikan
dampak yang berkelanjutan bagi para peserta.
Pada akhirnya, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari seberapa
baik peserta mampu menghasilkan potongan rambut, tetapi dari seberapa banyak
pemuda Bireuen yang mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk berdiri secara mandiri, membuka usaha, menciptakan
lapangan kerja, dan ikut mengurangi angka pengangguran di daerah.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu pun ditutup dengan harapan besar agar ilmu yang telah diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan tumbuh menjadi keterampilan produktif, usaha baru, serta peluang kerja yang memberikan manfaat bagi peserta, keluarga, dan masyarakat Kabupaten Bireuen.


Posting Komentar