Ratusan Pelajar di Karo Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu MBG
Aktual86, SUMATERA UTARA
— Ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami
gejala keracunan setelah menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG),
Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar melalui unggahan media sosial Lambe
Digital, sedikitnya 265 siswa jenjang
SMA/SMK serta puluhan pelajar SMP mengalami keluhan kesehatan
setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di lima sekolah.
Makanan tersebut diketahui berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
yang berada di bawah pengelolaan Kodim setempat.
Menu yang disantap para siswa antara lain tumis sayur kol dan wortel serta
gulai ikan dencis. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah pelajar mulai
merasakan berbagai keluhan kesehatan.
Gejala yang dilaporkan meliputi rasa gatal dan getir pada bagian mulut,
munculnya ruam atau rasa gatal pada kulit, hingga mengalami sesak napas.
Kondisi tersebut membuat ratusan siswa harus mendapatkan pertolongan medis.
Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk empat rumah sakit terdekat, untuk
menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Dari sejumlah menu yang dikonsumsi, gulai
ikan dencis diduga menjadi salah satu sumber yang berkaitan dengan munculnya
gejala tersebut. Namun, penyebab pasti kejadian itu masih
membutuhkan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.
Sementara itu, pihak Badan Gizi
Nasional (BGN) disebut masih melakukan pendataan untuk
memastikan jumlah keseluruhan siswa yang mengalami gejala setelah menyantap
makanan MBG tersebut.
Hingga proses pemeriksaan selesai, penyebab pasti kejadian belum dapat
dipastikan. Pemeriksaan terhadap makanan, kondisi pengolahan, serta sampel yang
berkaitan dengan menu MBG diperlukan untuk mengetahui sumber munculnya gejala
pada para pelajar.
Kejadian ini kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan
keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis, khususnya
pada proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada para
siswa.



Posting Komentar