Bupati Bireuen Buka Pendidikan Kader Ulama Tahun 2026
Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., membuka kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen di Wisma Bireuen Jaya, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, anggota DPRK Bireuen, Ketua MPU Kabupaten Bireuen Tgk. Saifuddin Muhammad, S.H., M.H., Ketua MPA Kabupaten Bireuen, para pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, alim ulama, serta para narasumber dan pemateri.
Kepala Sekretariat MPU Kabupaten Bireuen, Said Jamaluddin, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa Pendidikan Kader Ulama merupakan program strategis MPU untuk membina dan mengembangkan sumber daya manusia di bidang keagamaan, sekaligus mempersiapkan generasi penerus ulama yang mampu membimbing masyarakat pada masa mendatang.
Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 14 hingga 22 Oktober 2026, diikuti 37 peserta yang merupakan utusan dari dayah-dayah dan kecamatan di Kabupaten Bireuen. Para peserta telah melalui tahapan seleksi administrasi dan kualifikasi.
Adapun materi pendidikan disampaikan oleh para ulama dan pimpinan dayah senior Kabupaten Bireuen, pengurus MPU Kabupaten Bireuen dan MPU Aceh, akademisi, serta praktisi hukum Islam.
Ketua MPU Kabupaten Bireuen, Tgk. Saifuddin Muhammad, S.H., M.H., dalam khutbah iftitahnya menegaskan bahwa ulama merupakan warasatul anbiya atau pewaris para nabi yang memiliki peran penting dalam menjaga moral, memperkuat pemahaman keagamaan, serta memelihara kedamaian umat.
Ia menyampaikan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari modernisasi, kemajuan teknologi informasi hingga perubahan nilai sosial budaya, menuntut kader ulama untuk tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu merespons persoalan umat secara bijaksana.
Kepada para peserta, ia berpesan agar senantiasa meluruskan niat dalam menuntut ilmu, memperdalam ilmu agama disertai akhlakul karimah, serta peka terhadap tantangan zaman. Kader ulama diharapkan mampu menjadi sosok yang moderat, menyejukkan, memberikan solusi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta PKU Tahun 2026 sekaligus apresiasi kepada MPU Kabupaten Bireuen dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Bireuen memiliki sejarah panjang dalam tradisi pendidikan dan keislaman. Julukan Bireuen sebagai Kota Santri harus diwujudkan melalui lahirnya ulama-ulama muda yang memiliki kedalaman ilmu, karakter yang kuat, serta wawasan yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Pendidikan ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan. Lebih dari itu, ini adalah amanah untuk ikut menentukan arah dan masa depan Bireuen. Pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang angka, gedung, dan sarana prasarana, tetapi juga harus berbicara tentang karakter, akhlak, dan kemampuan kita menjawab perubahan zaman,” ujarnya.
Bupati menambahkan, kader ulama masa kini dituntut tidak hanya memahami ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga mampu memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, kenakalan remaja, dan kemerosotan moral.
Ia berharap para peserta PKU dapat menjadi garda terdepan dalam menegakkan syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin, dengan pendekatan yang menyejukkan, mendidik, dan merangkul masyarakat.
Bupati juga menekankan pentingnya membangun kemitraan dan kolaborasi antara pemerintah daerah, MPU, dan dayah agar pembinaan umat serta pembangunan kehidupan keagamaan dapat berjalan secara sinergis.
“Jadilah ulama yang dekat dengan umat. Ikuti pendidikan ini dengan sungguh-sungguh, dengan hati dan keikhlasan. Masyarakat membutuhkan bimbingan yang meneduhkan serta jawaban atas berbagai tantangan zaman,” pesannya kepada para peserta.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mendukung program Pendidikan Kader Ulama, baik melalui dukungan anggaran maupun kebijakan. Menurutnya, keterlibatan ulama sangat penting agar kebijakan pemerintah dapat selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat serta nilai-nilai keislaman.
Menutup sambutannya, Bupati berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan setiap tahapan pendidikan untuk memperdalam ilmu, meningkatkan spiritualitas, dan membentuk akhlak yang mulia.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar pelaksanaan PKU Tahun 2026 berjalan lancar hingga selesai serta mampu melahirkan kader-kader ulama yang berilmu, berintegritas, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan umat di Kabupaten Bireuen. (*)



Posting Komentar