Kolaborasi Dosen Unaya dan UTU Lahirkan Modul Digital SIGAP TUHA, Perkuat Kesiapsiagaan Lansia Pascabencana di Aceh
![]() |
| Camat Pandrah Juanda Abdullah, S.E., M.M., menerima Penyerahkan plakat. Foto (dok. KT Pandrah) |
BIREUEN, Aktual86.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana terus dilakukan melalui inovasi berbasis pendidikan dan teknologi. Dosen dari Universitas Abulyatama (Unaya) bersama Universitas Teuku Umar (UTU) meluncurkan SIGAP TUHA, sebuah modul digital yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menangani lansia pada situasi pascabencana.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai melalui Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Pandrah, Kabupaten Bireuen, Senin (3/8/2026), dan diikuti oleh pengurus Karang Taruna serta puluhan warga setempat. Tim PKM dipimpin oleh Ns. Iskandar, S.Kep., M.Kep., dosen Universitas Abulyatama.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan sekaligus keterampilan praktis mengenai penanganan lansia saat terjadi bencana. Lansia dipilih sebagai fokus utama karena merupakan kelompok yang paling rentan menghadapi kondisi darurat akibat keterbatasan fisik, mobilitas, maupun kondisi kesehatan.
Camat Pandrah, Juanda Abdullah, S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi perguruan tinggi yang dinilai mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam membangun ketangguhan desa sehingga masyarakat memiliki kemampuan menghadapi berbagai potensi bencana.
Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Kecamatan Pandrah, Mubasyir, yang berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas generasi muda sebagai relawan pertama dalam membantu warga, khususnya para lansia, saat kondisi darurat.
Hadirkan Modul Digital yang Bisa Diakses Kapan Saja
Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah peluncuran website SIGAP TUHA sebagai media pembelajaran digital. Materi tersebut dipaparkan oleh Sanusi, M.Kom., dosen Teknologi Informasi Universitas Teuku Umar sekaligus anggota tim PKM.
Melalui platform digital tersebut, pengurus maupun anggota Karang Taruna dapat mempelajari materi kesiapsiagaan secara mandiri kapan pun dan di mana pun, sehingga proses edukasi tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Praktik Langsung Bantuan Hidup Dasar
Selain pengenalan modul digital, peserta juga menerima materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan darurat bagi lansia pascabencana yang disampaikan oleh Yunita Yani, Amd.Kep., CWCCA, perawat emergency dari Universitas Abulyatama.
Pelatihan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui simulasi interaktif. Peserta mempraktikkan resusitasi jantung paru (RJP), teknik pemasangan bidai, transportasi korban, hingga perawatan luka menggunakan manikin dan berbagai perlengkapan medis pendukung.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta sehingga siap memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat.
Dukung Kesiapsiagaan Jangka Panjang
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, tim PKM juga menyerahkan akses pengelolaan website SIGAP TUHA secara gratis selama dua tahun kepada Karang Taruna Kecamatan Pandrah.
Selain itu, peserta menerima bantuan berupa tas emergency yang dilengkapi perlengkapan P3K serta tandu untuk mendukung kesiapsiagaan di tingkat gampong.
Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Melalui program SIGAP TUHA, kolaborasi antara Universitas Abulyatama dan Universitas Teuku Umar membuktikan bahwa inovasi akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran modul digital ini diharapkan menjadi bekal berkelanjutan bagi para pemuda desa agar mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi lansia, kelompok yang paling membutuhkan bantuan ketika bencana melanda. (Ismed)


Posting Komentar