HIM 2026 di Bireuen, Bupati Dorong Pelajar Bangun Masa Depan Lewat Budaya Menabung

Penyerahkan secara simbolis 1.000 rekening Simpanan Pelajar kepada siswa Sekolah Rakyat oleh Bupati Bireuen.
Bireuen – Aktual86.com, Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menggelar Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan bertema “Merajut Masa
Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tersebut diikuti
sekitar 1.000 pelajar dan santri dari sejumlah lembaga pendidikan, termasuk
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, SMAN 1 Juli, dan Pesantren Modern Al
Zahrah.
Acara dihadiri Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga beserta jajaran,
Kepala Dinas Sosial Aceh, Direktur Utama Bank Aceh selaku Ketua Forum
Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh beserta jajaran, Kepala Biro
Perekonomian Setda Aceh/TPAKD Provinsi Aceh, Asisten II Setdakab Bireuen, serta
kepala sekolah, guru, pengasuh, tenaga pendidik dan para siswa.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, Nidia Fitri, S.Pd.,
menyampaikan apresiasi atas kepercayaan OJK yang memilih sekolah tersebut
sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
Ia mengatakan kegiatan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah,
terlebih pelaksanaannya berlangsung sebelum Sekolah Rakyat Terintegrasi 1
Bireuen diresmikan secara resmi oleh Bupati Bireuen.
Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Bireuen karena
kegiatan tersebut digelar sebelum agenda peluncuran resmi. Namun, agenda
edukasi keuangan yang dinilai penting dan tidak dapat ditunda menjadi
pertimbangan pelaksanaan kegiatan.
Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., mengatakan Hari Indonesia Menabung tidak
semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya,
momentum tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional untuk membangun budaya
menabung, meningkatkan literasi keuangan dan memperluas inklusi keuangan,
terutama di kalangan generasi muda.
“Masa depan yang kokoh tidak dapat dibangun secara mendadak. Masa depan
dirajut sedikit demi sedikit melalui kedisiplinan, perencanaan yang matang,
serta pemahaman keuangan yang bijak sejak usia sekolah,” kata Mukhlis.
Ia menilai kebiasaan mengelola keuangan sejak dini dapat menjadi bekal
penting bagi pelajar dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan pengelolaan keuangan
digital secara bijak sekaligus membuka akses layanan keuangan formal bagi
pelajar dan santri.
Melalui program Satu Rekening Satu
Pelajar (KEJAR), rekening pelajar tidak hanya berfungsi sebagai
tempat menyimpan uang, tetapi juga dapat menjadi sarana penerimaan bantuan
pendidikan, beasiswa prestasi dan berbagai bentuk dukungan terhadap karya
kreatif generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mukhlis juga menegaskan dukungan Pemerintah
Kabupaten Bireuen terhadap keberadaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu
kebijakan afirmatif di bidang pendidikan.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membuka
akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus rantai
kemiskinan antargenerasi.
“Kehadiran ribuan pelajar dan santri hari ini menunjukkan kuatnya
kebersamaan ekosistem pendidikan di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Mukhlis menekankan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk
mendapatkan pendidikan dan meraih cita-cita.
“Setiap anak di Kabupaten Bireuen memiliki martabat, potensi, dan hak yang
sama untuk belajar, bermimpi, serta meraih masa depan yang gemilang. Tidak
boleh ada satu pun anak yang merasa berkecil hati,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga mengajak para pelajar
menjadikan menabung sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan latihan untuk
mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan.
“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan melatih kita untuk
menata masa depan demi harapan yang lebih baik,” ujarnya di hadapan para siswa.
Daddi mengatakan pelajar tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah
besar untuk mulai belajar mengelola keuangan. Kebiasaan tersebut dapat dibangun
melalui langkah-langkah sederhana dan dilakukan secara konsisten.
Ia juga memotivasi para pelajar agar tidak membatasi cita-cita. Menurutnya,
setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan, baik menjadi
guru, pengusaha, aparat penegak hukum, ahli kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), maupun
pemimpin daerah.
Puncak kegiatan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Bireuen bersama
Kepala OJK Aceh sebagai tanda resmi dibukanya rangkaian Peringatan Hari
Indonesia Menabung 2026.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata
antara OJK Aceh dan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Pada akhir acara, Bank Aceh Syariah dan Bank Syariah Indonesia (BSI)
menyerahkan secara simbolis 1.000
rekening Simpanan Pelajar kepada siswa Sekolah Rakyat.
Selain itu, FKIJK Aceh juga menyerahkan perlindungan asuransi kecelakaan
diri kepada para siswa Sekolah Rakyat.
Peringatan HIM 2026 di Bireuen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat
sinergi pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan dan lembaga pendidikan
dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik,
tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan sejak dini.

Posting Komentar